FLASHBACK



Setiap orang disetiap awal tahun yang baru hampir semua orang membuat resolusi hidupnya selama satu tahun mendatang. Begitupun aku yang juga mengafirmasikan kelayakan hidupku ke hari kedepannya dan mencapai hal hal yang diinginkan sepanjang tahun 2025.

Dan di awal 2026 ini, aku ingin menceritakan kembali tentang perjalanan hidupku sepanjang tahun 2025 lalu.

Ceritaku di 2025 bukanlah cerita tentang kisah cinta, bukan tentang keluarga bukan juga tentang sahabat. Melainkam tentang duniaku yang habis untuk bekerja. Bekerja untuk bertahan hidup, bekerja untuk menyelesaikan urusan keuangan, bekerja untuk memperkaya atasan, dan bekerja untuk memsukseskan usaha atasan. Tetapi pada awalnya bukan itu resolusi 2025 yang aku inginkan akan tetapi menghidupkan kembali keajaan kecil yang pernah aku bangun.

Aku mencari tempat usaha dan aku temukan lalu aku sepakat dengan pemilik untuk menyewa dalam hitunngan perbulan. Disana aku mnerima jasa pencucian sepatu kotor yang sampai saat ini pun usaha itu belum banyak dikotaku. Ku yakinkan diriku agar terus berjalan meskipun sudah seminggu belum juga ada pengunjung hingga aku hampir kehabisan dana untuk memenuhi keperluannya. dua telah berlalu tetapi usaha ku tak juga membuahkan hasil. Anehnya tempat usaha yang ku tempati itu seperti taka da yang melihat, ada banyak orang di sekitar yang lalu lalang dari ke kanan namun tak ada juga yang melirik pada hal keuanganku sudah sangat menipis.

***

Aku mencoba menjadi karyawan sebelum kuputuskan untuk menyerah, mencari pekerjaan dan tak lama aku mencari aku mendapatkan tawaran pekerjaan dari salah satu social media. Tak lama setelah itu aku bergabung dan mulai mempelajari cara kerja disana. Aku nyaman bekerja disana, mereka humble, selalu mensuport setiap anggota dan meyakinkan anggotanya. Dari segi kelulusan dan jam kerja serta rekan kerjanya sesuai dengan vibrasiku.

Sebenarnya aku kurang dalam berinteraksi dengan banyak orang, apa lagi jika orang baru saja aku temui termasuk calon pelangganku. Namun begitu tetap ku lakukan dengan semangat dan dengan sepenuh hati. Aku menawari unit yang dijual diperusahaan itu kepada banyk orang di lapangan, di pasar juga di jalanan tapi tak satu yang tertarik dengan tawaran yang ku berikan. Tapi aku tidak menyerah, aku tetap berjuang, berusaha sampai suatu hari aku mulai merasa lelah, aku mulai berfikir mungkin ini bukan takdir hidupku. Cara bekerja disana tidak sesuai dengan jiwaku. Hingga di titik terakhir aku menyerah karena aku berfikir aku tak bias memenuhi kebutuhan ku sehari-hari dari sini.

Aku memasuki dunia fnb, sebenarnya ini kedua kalinya aku berkecimpung dalam dunia kuliner. Aku masuk dalam dunia fnb lagi karena menurutku pekerjaan ini cocok sekali dengan diriku yang pendiam, dan soft spoken apa lagi aku memilih bagian perdapuran, ini sangat cocok bagiku yang tidak bertemu dengan pelanggan secara langsung. Selain itu, memasuki dunia fnb juga menambah pengetahuan ku dibidang kuliner.

Namun saat aku masuk di tempat ini, tanpa ku sadari disini kestabilan emosiku mulai tergoncang.

***

Aku pernah menuliskan sebuah opini tentang kondisi suatu organisasi ; perusahaan, komunitas, keluarga,  baik atau buruknya suatu organisasi itu merupakan cerminan dari pemimpinnya yang ada di dalam suatu organisasi. Apa bila organisasi itu baik berarti vibes seorang pemimpinnya baik dan netral, demikian sebaliknya. Ini karena pemimpin akan membuat aturan di tempat itu sesuai dengan keinginannya dan keinginannya itu disesuaikan dengan karakter si pemimpin.

Sudah seminggu lebih aku berada di sini, dan aku sudah kecewa dua kali. Namun aku tetap bersabar dan bertahan demi kebutuhan.

Selama di tempat ini aku bertemu dengan bebarpa karakter manusia yang berbeda yang kebanyakan diantaranya tidak cocok dengan vibrasiku, bahkan beberapa diantaranya tidak jauh beda dengan salah satu karakter atasannya. Menjatuhkan, menghina, dan meneriaki kesalahan orang lain saat bekerja.

Sempat aku beradu konflik dengan beberapa karakter disana membuat ku benar-benar hilang kendali dengan emosiku sampai aku memutuskan komunikasi dengan mereka. Pada akhirnya mereka satu persatu mundur dan mencari rejeki lain di luar.

Ada hal yang membuatku semangat disana yaitu ketika berbicara dengan beberapa atasan yang memiliki vibrasi yang tenang, ada juga beberapa senior yang membuatku semangat yaitu mereka yang tidak terlalu banyak bicara dan aksinya mempengaruhi setiap orang di sana. Namun hal itu tidak membuat beberapa anggota bertahan disana termasuk aku sendiri.

Ketika aku melakukan kesalahan dalam pekerjaan ku baik hal kecil maupun besar, cukup ditegur hanya sekali saja dan tidak depan banyak orang, apa lagi di depan divisi lain. Cukup sekali dan jangan sampai ucapan menyentuh arena pribadi seorang karyawan. Sebelum aku satu persatu karyawan memilih mundur dengan alasan dan masalah mereka masing-masing terhadap atasan yang terlihat arogan dan tidak bias mengendalikan emosinya.

***

Hal yang membuat ku belajar dari sana yaitu kecerdasan seseorang tidak dilihat dari posisi yang ditempati. Meskipun ia berada di atas tidak menjamin ia memiliki kecerdasan dan karakter yang baik.

Dari ketiga perjalanan itu, aku belajar ketika kita ingin berada di posisi yang kita inginkan, ada baiknya harus dipesiapkan matang-matang dan terinci. Disisi lain aku belajar terkdang apa yang kita harapkan dan ekspektasikan tidak sesuai dengan kenyataan. Namun terkadang ketika kita memilih salah satu tempat tidak segala hal sesuai dengan keadaan kita, ketika jiwa kita sesuai dengan sirclenya namun pekerjaannya tidak sesuai. Sebaliknya ketika pekrjaannya sesuai dengan jiwa kita tapi sirclenya seakan-akan mendorong kita untuk keluar.

Namun di 2026 ini aku kembali menyerahkan semua pada yang kuasa saja, aku tidak ingin lagi mengharapkan hal yang mungkin akan merusak rencanaku lagi. Tapi aku tetap membuat resolusi ku tahun ini hanya dalam doa ku saja.


 

Komentar